Selasa, 17 Desember 2013

Mengenal buah delima

     
Belakangan ini sepertinya lagi tren buah delima yaa... buah ni mempunyai nama lain yaitu pomegranate dan nama ilmiah punica grantum. Mungkin masih banyak yang belum tau seperti apa buah ini aslinya. Di rumah saya mempunyai tiga pohon delima jenisnya delima hijau semua, dan akan saya ceritakan ciri-ciri buah ini untuk yang belum tahu. Buah ini memiliki ciri-ciri tinggi pohon 2-5 m berupa pohon kecil, batang berkayu ranting-ranting kecil, bercabang banyak, lemah,dan daunnya kecil. Isi buah ini berupa biji-bijian kecil dengan dagingnya yang berwarna putih saat masih muda dan merah ketika sudah masak, rasanya sedikit manis campur asam.
Awalnya saya kurang tahu manfaat dari kandungan buah ini, yang menarik dari buah ini adalah cantik, unik dan terlihat seperti hiasan saat masih dipohon, apalagi saat musim berbuah buahnya lebat menggantung seperti hiasan dari kejauhan buah ini akan terlihat seperti buah jambu biji. Setelah saya membaca banyak tentang delima diinternet, ternyata buah ini memiliki banyak manfaat serta kandungan antioksidan yang tinggi untuk merawat kulit, kini buah delima mulai dijadikan untuk bahan produk kecantikan dengan vit C nya yang dapat melembabkan kulit dan mencegah tanda-tanda penuaan dini, bahan makanan dan minuman yang terkanal akan antioksidannya yang tinggi. Dilingkungan saya buah ini banyak digunakan sebagai campuran isi dari rujak tujuh bulanan orang hamil yang memiliki makna sendiri menurut nenek moyang.

Delima pada rujak tujuh bulanan

      Delima salah satu buah pada rujak tujuh bulanan, ini merupakan suatu acara tradisi yang dilakukan dilingkungan sekitar saya untuk syukuran tujuh bulanan kehamilan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari orang-orang sekitar makanan tersebut tidak boleh berasa manis. Rasa yang diperbolehkan yakni masam, asin dan pedas. Mengapa begitu? Ternyata hajan ini berkaitan dengan usia bayi dalam kandungan yang mencapai tujuh bulan.
Pada dasarnya bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat rujak tujuh bulan sama dengan rujak pada umumnya, yakni buah-buahan seperti mangga muda,kedondong, ketimun, bengkoang, nanas, ubi jalar dan delima.
Cara membuat rujak tujuh bulanan ini terbilang sudah. Buah-buahan untuk rujak kanitren diserut memanjang, hanya delima yang tidak diseru. Buah delima dibuka kemudian diambil bijinya saja yang berwarna semburat merah bening. Untuk memberi rasa pada serutan buah tersebut dibuatkan bumbunya. Bahan-bahan bumbu yang diperlukan antara lain gula merah, garam, cabe rawit, kacang tanah,trasi, air, asam dan air putih. Cara membuatnya gula merah direbus dengan cara menambahkan lima sendok air. Haluskan cabe rawit, kacang tanah, terasi dan garam. Masukkan kedlam rebusan gula merah, aduk rata hingga mendidih. Setelah itu diangkat dan didinginkan kemudian serutan buah dicampur dengan bumbu tersebut. Dan rujak siap disajikan.



Kamis, 12 Desember 2013

Manfaat delima untuk Diabetes



    Buah delima merupakan  buah yang sudah dikenali oleh masyarakat luas. Salah satu khasiat buah delima adalah dapat mengobati diebetes. Penyakit diabetes, kurang darah dan rematik diyakini dapat diatasi dengan buah delima.  Untuk menjaga kecantikan kulit, buah delima juga dapat membersihkan kulit dan mengobati peradangan.
     Buah delima yang banyak mengandung antioksidan ini bisa mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh. Buah delima di Asia dimanfaatkan untuk dijadikan saus yang dikentalkan. Sari buah delima sangat tinggi kandungan ion kalium (potasium), vitamin A, E dan c serta asam folic. Biji delima yang dapat dimakam tersebut mempunyai kalium, energi dan vit C yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Anti oksidan yang terkandung didalamnya membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah arteri oleh kolesterol.

http://www.sehatcantika.com/2012/04/khasiat-buah-delima.html

Asal-Usul sejarah buah Delima



Buah delima adalah salah satu buah yang dibudidayakan awal. Bukti sejarah menunjukkan bahwa manusia pertama kali mulai menanam pohon delima kira antara 4000 SM dan 3000 SM.
    Meskipun Delima tumbuh di alam liar sebelum fajar pertanian, mereka salah satu dari lima tanaman peliharaan pertama kali bersama dengan buah zaitun, anggur, buah ara dan tanggal. Diyakini peliharaan pertama kali di suatu tempat di utara Iran atau Turki, buah delima masih terjadi di alam liar. Namun, bukti arkeologis pertama delima didomestikasi tidak sampai sekitar 3000 SM di Yerikho.
    Segera setelah penampilan mereka di Yerikho, mereka muncul di Mesopotamia dan Mesir.
    Sepanjang sejarah, buah berwarna kaya dan lezat telah dihormati sebagai simbol kesehatan, kesuburan, dan kelahiran kembali. Beberapa budaya juga percaya itu diadakan kekuatan penyembuhan yang mendalam dan mistis. Yang lain memilih untuk menggunakannya dengan cara yang lebih praktis, sebagai pewarna atau dekorasi.
    Banding ditolak buah delima dan sifat obat yang legendaris juga membuat subjek mitos yang tak terhitung jumlahnya, epik dan karya seni, dari Raphael dan Cezanne ke Homer dan Shakespeare.
    Banyak sarjana sekarang menyatakan bahwa itu adalah, delima bukan apel, digambarkan dalam Alkitab Taman Eden, sebuah teori yang memberikan dukungan lebih lanjut ke seluruh zaman kuno dan abad pertengahan. Dalam kisah mitos unicorn, biji delima "berdarah" dari klakson melambangkan Kristus. Pohon delima, untuk mana ia terikat, diwakili hidup yang kekal.
        Delima kini dibudidayakan di iklim hangat besar, untuk tingkat yang lebih besar di Dunia Lama daripada di Amerika, di Amerika Utara itu adalah ditanam secara komersial terutama dari California dan Arizona selatan ke daerah tropis.
    Buah ini telah lama menjadi simbol religius dan artistik. Hal ini dijelaskan dalam sastra paling kuno Asia. Dalam Perjanjian Lama, Salomo menyanyikan sebuah "kebun buah delima."
    Karena perannya dalam legenda Yunani Persephone, buah delima datang untuk melambangkan kesuburan, kematian, dan keabadian dan merupakan lambang dari Eleusinian Misteri. Dalam seni Kristen, itu adalah simbol harapan. Delima diklasifikasikan dalam keluarga Punicaceae divisionMagnoliophyta, kelas Magnoliopsida, Myrtales ketertiban.
      Tanaman buah delima (Punica granatum) merupakan tanaman semak Asia, spesies dari Pulau Socarta. Meskipun diperkirakan berasal dari Iran, budidaya delima lebih banyak berkembang di daerah Timur Tengah, Arab Saudi, Afganistan dan India, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini mengalami perkembangan pesat ketika dibudidayakan di Prancis. Karena bijinya sangat banyak, mencapai 800 biji/buah, orang Prancis menyebutnya sebagai pome garnete, atau apel berbiji. Dari cerita inilah delima sekarang memiliki nama populer sebagai wild pomegranat.

http://fransiskadelima.blogspot.com/2011/10/asal-usul-sejarah-buah-delima.html

Keajaiban delima dalam mukjizat al-quran


Analisis Ringan - Kali ini blog Analisis Ringan akan update lagi, dengan informasi mengenai Keajaiban Buah Delima Dalam Mukjizat Al Quran yang tentunya dapat menambah pengetahuan sahabat-sahabat semua. Delima, ia adalah buah yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab-Nya, dan Dia menjadikannya sebagai buah Surga. Dan ilmu pengetahuan modern telah datang untuk mengungkapkan kepada kita tentang beberapa rahasia yang ada pada buah yang luar biasa ini dan menjelaskan kepada kita manfaat-manfaatnya. 

Studi-studi (kajian) modern menjelaskan bahwa delima bermanfaat untuk banyak penyakit, dan di antara penelitian terbaru adalah apa yang diungkapkan oleh para ilmuwan Amerika dan Eropa tentang manfaat buah delima bagi wanita dan ibu hamil.
Delima sangat kaya dengan antioksidan, dan kaya juga dengan vitamin-vitamin dan mineral-mineral yang mudah diserap. 
Para peneliti menegaskan bahwa mengonsumsi delima, dengan kadar satu delima setiap hari selama sebulan misalnya, atau lebih akan bermanfaat untuk pengobatan anemia, arthritis (radang sendi) dan rematik, di samping manfaat-manfaat lain yang meluas ke jantung dan arteri, yang mana ia mengobati pengerasan pembuluh darah dan mencegah stroke dengan berbagai macam jenisnya.

Di sana ada studi lain yang menegaskan bahwa delima melindungi seseorang dari penyakit kanker, dan ia adalah kebutuhan yang mendesak bagi balita, wanita menyusui, orang dewasa dan anak kecil. Dan mungkin dari sini kita mengetahui, kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan buah ini dalam kitab-Nya yang agung, Dia berfirman:

(فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ * فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) [الرحمن: 68-69)
“Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan, dan (lebih khusus ada) kurma dan delima. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”(QS. Ar-Rahman: 68-69

Sesungguhnya manfaat-manfaat medis yang Allah simpan di dalam buah ini menunjukkan akan pentingnya buah ini, dan bukan berarti bahwa para penghuni Surga memerlukan untuk pengobatan! Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan buah ini dan menjadikan di dalamnya obat bagi penghuni Dunia ini, dan menjadikan di dalamnya kelezatan dan kenikmatan bagi penghuni Akhirat (Surga). 

http://analisisringan.blogspot.com/2013/03/keajaiban-buah-delima-dalam-mukjizat-al.html


Manfaat dan khasiat buah delima


Manfaat buah delima tak lepas dari kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Meskipun tidak banyak orang yang mengkonsumsi buah ini mungkin karena belum mengetahui manfaatnya. Berikut kilasan tentang manfaat buah ini. 
1.    Mencegah osteoartritis
Beberapa studi menunjukkan bahwa sari buah delima dapat mencegah kerusakan tulang rawan. Menurut penelitian di Case Western Reserve University yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, ekstrak delima menurunkan tingkat bahan kimia yang disebut interleukin-1b (IL-1b) dan enzim yang mengikis tulang rawan dan membuat inflamasi. Para peneliti mengatakan ekstrak buah delima mungkin dapat menghambat degradasi kartilago pada osteoartritis.
2.    Mencegah penyakit Alzheimer
Buah delima mungkin mencegah dan memperlambat penyakit alzheimer. Dalam sebuah studi, tikus yang dibiakkan untuk mengembangkan penyakit Alzheimer diberi jus delima. Mereka mengakumulasi plak amiloid yang lebih sedikit dan melakukan tugas-tugas mental yang lebih baik.
3.    Melindungi gigi
Penelitian menunjukkan bahwa minum jus delima mungkin merupakan cara alami untuk mencegah plak gigi.
4.    Kontrasepsi alami
Studi laboratorium menunjukkan bahwa kelinci percobaan (guinea pig) betina yang diberi makan buah delima tidak hamil setelah dikawinkan dengan pejantan mereka. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa setelah 4 bulan tidak makan buah delima, kesuburan kelinci betina kembali normal seperti semula.
5.    Sumber Nutrisi
Satu buah delima memiliki sekitar 40 persen kebutuhan vitamin C harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa, bersama dengan asam folat, serat, kalium, niasin dan vitamin A dan E.
http://jendelauntukkita.blogspot.com/2013/04/kandungan-nutrisi-dan-manfaat-buah.html